Minggu, 30 Desember 2012

Konsep Persalinan Normal


KONSEP PERSALINAN NORMAL

Kelahiran
Kelahiran merupakan keajaiban Tuhan yang terjadi  setiap hari. Bagi tenaga kesehatan profesional khususnya Bidan,kelahiran merupakan pelajaran yang tak pernah selesai dipelajari, keran memiliki karakterisasi yang bervariasi dan terus berubah . Kehamilan merupakan sebuah misteri kehidupan, kita hanya dapat memprediksi. Kelahiran merupakan suatu kegembiraan bagi anggota keluarga. Pemilihan fasilitas dan tenaga professional dilakukan oleh ibu dan keluarga dengan harapan ibu dan anak lahir sehat dan selamat. Pelayanan di fasilitas kesehatan petugas melakukan intervensi terhadap semua kasus – juga pada kondisi normal, sehingga  pada banyak kasus konsep persalinan normal terganggu. Berdasarkan pengalaman dan Evidence Based, intervensi yang tidak perlu ternyata membahayakan perempuan dan bayinya. Untuk itu Bidan sebagai provider diharapakn dapat kembali kepada Konsep Fisiologis Persalinan Normal.

Folosofi dalam praktek
Konsep persalinan normal dapat mengurangi rujukan. Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi  semakin banyak metode yang dapat digunakan guna mempertahankan konsep normal. Implementasi filosofi menjadi  tanggung jawab setiap provider dalam memberi asuhan terhadap perempuan sejak hamil, melahirkan, dan sesudah melahirkan.

Model Asuhan Kebidanan
Model Asuhan Kebidanan adalah meminimalkan intervensi. Bidan harus menjadi pendampingan perempuan yang akan melahirkan agar persalinan berlangsung perlahan dan nyaman, menghindari kekhawatiran berlebihan. Asuhan Kebidanan yang diberikan bertujuan meminimalkan rupture perineum. kasus SC dan tindakan lain.

Konsep Persalinan Normal
Membuat perempuan merasa nyaman selama persalinan. Memfasilitasi perempuan melahirkan dengan posisi sesuai dengan keinginannya. Meyakini kepala janin dapat menyesuaikan diri dengan pelvic. Membuat keputusan klinis yang tepat bila terjadi kelainan yang umum dan tidak berbahaya. Meyakini kehadiran keluarga dan teman membawa manfaat pada proses persalinan. Mendampingi perempuan dalam persalinan membutuhkan kesabaran dan kerja keras

Partus Normal
Konsep Partus normal adalah dimulai sesuai dengan waktunya, tanpa ada pemberian obat tertentu. Selama persalinan usahakan Ibu bebas bergerak dan mendapat dukungan terus menerus.   Hindari intervensi rutin. Biarkan untuk meneran spontan dalam posisi tegak atau posisi normal gravitasi, Tidak memisahkan ibu dan bayi setelah bayi lahir.  

Mempersiapkan Persalinan Normal
Pelayanan ANC yang terfokus memperhatikan kebutuhan perempuan baik fisik, emosional dan sosial dan mengatasi masalah bersama perempuan. Dalam mempersipakan partus normal Bidan melakukan pemeriksaan yang bermanfaat bagi perempuan dan memfasilitasi perempuan untuk melahirkan sesuai dengan keinginannya. Tidak menakut-nakuti sehingga mempengaruhi keputusan dan keinginan perempuan/ibu.



Asuhan Persalinan Kala I
Memeriksa perempuan pada awal persalinan dan meyakinkan perempuan dalam keadaan normal. Memberi dukungan non pharmakologikal dalam persalinan dengan cara pijatan/masage, hypnotherapy, hydrotherapy. Lakukan Deteksi dini komplikasi. Lakukan pendampingan terhadap perempuan secara terus menerus pada fase aktif. Tidak buru – buru pada saat ibu meneran, membuat rutin episiotomi, Tidak segera memandikan bayi, dan memisahkan bayi dari ibunya.

Asuhan Persalinan Kala Ii
          Sebaiknya dibiarkan spontan tanpa struktur, lakukan sesuai dengan instink ibu
          Sebaiknya tidak ada pembatasan waktu bila kesejahteraan ibu dan janin baik
          Rutin Valsava atau meneran dengan cara menahan napas dapat membahayakan ibu dan janin
          Ibu seharusnya didukung dan dianjurkan untuk meneran spontan kadang sering diikuti dengan suara
          Pendekatan fleksibel terhadap keinginan meneran lebih awal, tergantung pada pembukaan serviks dan tanda lain
          Perempuan sebaiknya dianjurkan untuk memilih posisi tegak pada kala II persalinan.
Pada Persalinan Kala Ii
          Posisi Ibu dapat Berdiri, Jongkok, Duduk, Dalam Air, Supine – Lateral, sesuai kenyamanan
          Ibu meneran sesuai dengan keinginannya
          Bidan mendampingi ibu selama proses kelahiran dan menolong kelahiran bayi

Asuhan Persalinan Kala Iii
          Dalam kondisi normal Uterus akan segera berkontraksi segera (dalam 2 menit) setelah bayi lahir
          Plasenta akan lahir spontan
          Rutin Manajemen Kala III wajib dilakukan pada ibu yang berisiko Perdarahan postpartum (Makrosomia, Gemelli, Riwayat Perdarahan, partus di fasilitas yang jauh dari fasilitas rujukan)
          Rutin Manajemen Aktif Kala III membuat ketidaknyaman.

Asuhan Partus Kala Iv
          Observasi perdarahan, kontraksi uterus, TTV setiap 15 menit dalam 1 jam pertama, tiap 30 menit dalam 1 jam kedua
          Dalam 2 jam pertama postpartum masih merupakan masa kritis terjadi perdarahan postpartum
 Lanjutkan asuhan masa nifas

Pijatan/Masage
          Teknik ini bertujuan untuk mengurangi nyeri dengan masage
          Penerapan tehnik ini hamper tanpa ada resiko/rendah
          Murah dan mudah melakukannya
          Dapat dilakukan oleh siapa saja (tidak harus bidan)
          Memperpendek waktu persalinan
          Pasien mempunyai pengalaman melahirkan yang menyenangkan

Hydrobirthing dan Waterbirth
          Menciptakan relaksasi agar  ibu tidak stres
          Intervensi yang digunakan untuk mengurangi nyeri dengan menggunakan air.
          Resiko terhadap pasien rendah
          Dapat dilakukan dengan menggunakan Shower atau berendam air hangat dalam bak.
          Membantu  membuat pelvis rileks
          Situasi pelviks yang rileks mempercepat pembukaan serviks.

Hypnobirthing
          Relaksasi yang tercipta dengan berlatih terhadap sesuatu kegiatan yang berulang.
        Mengatakan kalimat yang menyenangkan
        Aroma terapi
          Suasana relaks, hal ini bertujuan mengurangi rasa nyeri dan stres sehingga produksi oksitocin lancar
          Resiko terhadap pasien rendah
          Mengurangi rasa nyeri dalam persalinan
          Memperpendek lama persalinan

Merubah Posisi
          Tidur miring
          Jalan – jalan
          Duduk santai
          Dansa
          Mandi dengan shower
Berendam dalam bak mandi

Relaksasi Dengan Handuk
          Tarikan handuk
          Pasien sits up di tempat tidur dengan kaki di tekuk semaksimal mungkin dan menarik ujung handuk
          Bidan/ pendamping berdiri di ujung tempat tidur membantu pasien SIT UP dengan membantu menarik ujung handuk
          Cara lain dengan menarik kain yang diikat pada pinggang pendamping/ tempat tidur bagian bawah
          Tarikan handuk ini mengurangi rasa nyeri dan tegang pada pinggang

Persalinan di rumah
Penelitian membuktikan nilai dan keamanan partus di rumah.
Pertentangan dan perbedaan pendapat tentang keamanan persalinan di rumah datang dari pihak kedokteran di beberapa negara Amerika Utara, USA, termasuk UK.
Untuk meningkatkan persalinan normal adalah dengan meningkatkan akses partus di rumah.
Di London 20-30% perempuan merencanakan melahirkan di rumah.
Di Belanda persalinan di rumah tidak pernah hilang walaupun prosentasenya menurun (30%).
Di Indonesia praktik persalinan dirumah masih dilakukan, masalah utama

Kesimpulan
Aplikasi konsep normal membutuhkan:
          Adanya tenaga terampil
          Kesiapan pasien dan keluarga
          Menggunakan kriteria spesifik untuk mendiagnosis kondisi normal/komplikasi.
          Membatasi intervensi yang tidak perlu
          Menggunakan evidence based dalam penatalaksanaan asuhan
          Memberikan dukungan pada pasien dlm menghadapi perubahan.
          Memberikan dukungan emosional dan fisik secara terus menerus selama persalinan

Daftar Rujukan:
          Adriana, E.. (2007) Melahirkan Tanpa Rasa Sakit, edisi 1, Buana Ilmu Populer, Jakarta
          Ament, L.A. (2005) Professional Issue in Midwifery, edisi 1, Jones and Barlett Publisher, London
          Coppen,R. (2005) Birthing Positions: Do midwives know best?,edisi terbatas, Quay Books, London
          Davis, E. (2004) Heart & Hands, A Midwife’s Guide to Pregnancy and Birth, edisi 4, Celestial Arts, Bekerley
          Fahy,K.; Four, M.; Hastie, C. (2008) Birth Territory and Midwifery Guardianship, edisi 1, Elsevier, Edinburgh
          Ikatan Bidan Indonesia, (2007) Standar Profesi Bidan
          Kitzinger, S.(2005) The Politics of Birth, edisi 1, Elsevier, London
          Motha, G.& MacLeod, K.S.(2004) Gentle Birth Method, edisi 1,Thorsons, London
          Reid, L. (2007) Midwifery: Freedom to Practice, edisi 1, Churchill Livingstone, Edinburgh

Sumber : http://www.bidanindonesia.org
 

Tidak ada komentar: